Detik-detik Jelang Habisnya Persediaan Oksigen, eks Komandan KRI Nanggala-402: Personel Dilatih Survive

Hanya dalam hitungan lima jam kedepan persediaan oksigen di Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di utara perairan Bali akan habis.
Proses pencarian hingga Jumat sore tadi masih terus dilangsungkan oleh puluhan kapal yang diterjunkan menyusuri perairan Bali dan sekitarnya mencari jejak Kapal Selam KRI Nanggala-402.
Mengenai hilangnya kontak kapal selam ini, Mantan Komandan Kapal Selam KRI Nanggala-402 Letnan Kolonel Laut Ansori membeberkan soal ketangguhan dan kecanggihan kapal selam tersebut.
Menurutnya, semua standar keamanan dan fasilitas yang ada adalah standar internasional.
Soal kemungkinan adanya kerusakan mesin, menurutnya semua mesin secanggih apapun pasti pernah mengalami kerusakan atau trouble.
"Saya rasa di semua pesawat (dan kapal selam) juga mengalami," kata Mantan Komandan Kapal Selam KRI Nanggala-402 Letnan Kolonel Laut Ansori kepada awak media, Jumat 23 April 2021.
Mengenai antisipasi dari trouble mesin di kapal tersebut, kata dia semua personel kapal selam sudah dilatih untuk bisa bertahan dan mengatasi masalah yang timbul, termasuk soal mesin trouble misalnya.
"Semua personel dilatih survive untuk bisa mengatasi trouble-trouble tersebut," katanya di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai Bali.
Kemudian soal sistem keselamatan termasuk peralatan yang dimiliki oleh kapal selam KRI Nanggala-402 sudah sesuai dengan standar keselamatan internasional.
"Untuk di kapal selam ini alat keselamatan sudah lengkap, dan sesuai dengan standar internasional yang diperlukan oleh seluruh kapal selam-kapal selam di dunia," ungkap dia.
Bekejaran dengan waktu
Oksigen Kapal Selam KRI Nanggala-402 diperkirakan habis pada Sabtu 24 April 2021 pukul 03.00 WITA nanti.
Untuk itu pencarian kapal selam KRI Nanggala 402 akan dimaksimalkan atau digenjot pada Jumat 23 April 2021 hari ini untuk mendeteksi keberadaan kapal tersebut.
"Harapan kita pokoknya dengan batas waktu sampai besok jam 3, (pencarian) dimaksimal hari ini," kata Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat 23 April 2021.
Dalam pencarian ini ada 21 kapal KRI yang diterjunkan untuk mulai mencari kapal tersebut.
Wilayah pencarian akan difokuskan pada perairan Bali Utara.
Sebab, di area tersebut ditemukan tumpahan minyak dan solar.
"Saat ini harapan kita masih di posisi mungkin submiss istilanya hilang. Saya belum bisa mengatakan ini karena ini teknis tapi yang jelas kita upayakan dulu," kata dia.
Kapal Selam KRI Nanggala-402 milik TNI Angkatan Laut dikonfirmasi hilang kontak, di Perairan Bali Utara pada Kamis 21 April 2021.
Kapuspen TNI Mayjen Achmad Riad membenarkan adanya temuan tumpahan minyak dan bau solar di beberapa lokasi yang berbeda.
Temuan tersebut terlihat secara visual oleh helikopter Panther AS 421, posisi 07 derajat 49 menit, 74 detik, lintang selatan 114 derajat, 50 menit, 78 detik bujur timur radius 150 meter.
Kemudian oleh KRI RE Martadinata 331 melaporkan juga menemukan di posisi potong 7 derajat, 51 menit, 92 detik, lintang selatan.
Kemudian 114 derajat, 5 menit, 77 detik bujur timur, area sama kurang lebih 150 meter.
Selain temuan minyak, KRI RE Martadinata 331 melaporkan secara lisan telah terdeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot.
Namun, kontak tersebut kemudian hilang sehingga tidak cukup data untuk indentifikasi apakah kapal selam atau tidak.
Ia berharap semua pihak tidak membuat analisa. Kemudian tidak memberitakan yang mungkin belum dipastikan kebenarannya sehingga memberikan ketenangan kepada masyarakat.
Sejumlah negara asing akan mengikuti proses pencarian KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Perairan Utara Bali. ***
Belum ada Komentar untuk "Detik-detik Jelang Habisnya Persediaan Oksigen, eks Komandan KRI Nanggala-402: Personel Dilatih Survive"
Posting Komentar